Rabu, 20 Juli 2016

PENDEKATAN SAINTIFIK
·         Pengertian
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin/perlu diketahui),menanya/merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mengumpulkaninformasi dengan berbagai teknik, menalar/mengasosiasi (menganalisis data/informasi dan menarik kesimpulan dan mengomunikasikan jawaban/kesimpulan.
·         Karakteristik
1.      Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.
2.      Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang   menyimpang dari alur berpikir logis.
3.  Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.
4.   Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran.
5.      Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.
·         Prinsip
1.      Berpusat pada peserta didik.
2.      Mengembangkan kreativitas peserta didik.
3.      Menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang.
4.      Bermuatan nilai, etika, estetika, logika, dan kinestetika.
5.      Menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna.
·         Kelebihan
1.      Peserta didik dapat menemukan fakta bahwa ada hubungan antara obyek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru.
2.      Bertanya, membuat peserta dido proaktif dalam mencari pembuktian atas penalarannya. Hal ini memicu mereka untuk bertindak lebih jauh ke arah positif seperti keinginan yang tinggi untuk membuktikan jawaban atas pertanyaannya.
3.      Merangsang peserta didik untuk berfikir tentang kemungkinan kebenaran dari sebuah teori.
4.      Membuat ilmu yang didapatkan melekat dalam waktu yang lama dibandingkan diberitau langsung oleh guru.
5.      Peserta didik dilatih untuk dapat bertanggung jawab atas hasil temuannya.
6.      Peserta didik diharuskan membuat/menyusun ide gagasannya secara terstruktur agar mudah disampaikan.
·         Kekurangan
1.      Dalam prosesnya, peserta didik seringkali acuh tak acuh terhadap fenomena alamdan motivasi peserta didik rendah.
2.      Tidak semua peserta didik memiliki keberanian untuk bertanyakadang peserta didik  beranggapan bahwa bertanya berarti cenderung tidak pintar
3.      Peserta didik terkadang malas untuk menalar sesuatu karena sudah terbiasa mendapatkan informasi langsung oleh guru.
4.      Memerlukan waktu yang lebih dalam  menemukan jawaban atas percobaan.
5.      Tidak semua peserta didik berani menyampaikan ide gagasan atau hasil penemuannya
6.      Tidak semua peserta didik pandai dalam menyampaikan informasi.


NAMA :  SITI MARFU'AH
NIM : 1431078
PRODI : MATEMATIKA 2014-C
KAMPUS : STKIP PGRI SIDOARJO
MATA KULIAH : INOVATIF 2
DOSEN PEMBIMBING : LESTARININGSIH, S.Pd., M.Pd.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar