Rabu, 20 Juli 2016

PENDEKATAN PROBLEM POSING  
·         Pengertian
Problem posing merupakan pendekatan dalam pembelajaran dengan meminta siswa untuk mengajukan soal atau masalah. Masalah yang diajukan dapat berdasarkan pada soal yang luas ataupun soal yang sudah dikerjakan. Pembelajaran dengan pendekatan problem posing biasanya diawali dengan penyampaian teori atau konsep. Penyampaian materi biasanya menggunakan metode ekspositori. Setelah itu, pemberian contoh soal dan pembahasannya. Selanjutnya, pemberian contoh bagaimana membuat masalah baru dari masalah yang ada dan menjawabnya.
·         Sejarah
Menurut Suyitno Amin, 2004 dalam Sari, Problem posing mulai dikembangkan pada tahun 1997 oleh Lynn D. English dan awal mulanya diterapkan dalam mata pelajaran matematika. Kemudian model ini dikembangkan pada mata pelajaran yang lain. Model pembelajaran problem posing mulai masuk ke Indonesia pada tahun 2000.
·         Ciri-Ciri
Thobroni dan Mustofa (2012: 350) menyatakan bahwa pembelajaran problem posingmemiliki ciri-ciri sebagai berikut.
ü  Guru belajar dari murid dan murid belajar dari guru
ü  Guru menjadi rekan murid yang melibatkan diri dan menstimulasi daya pemikiran kritis murid-muridnya serta mereka saling memanusiakan.
ü  Siswa dapat mengembangkan kemampuannya untuk mengerti secara kritis dirinya dan dunia tempat ia berada.
ü  Pembelajaran problem posing senantiasa membuka rahasia realita yang menantang siswa kemudian menuntut suatu tanggapan terhadap tantangan tersebut.
·         Langkah-Langkah Pembelajaran Problem Posing
Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan, bahwa langkah-langkahproblem posing adalah siswa mengajukan dan menjawab soal dengan berkelompokberdasarkan penjelasan guru ataupun pengalaman siswa itu sendiri.
Maka, langkah-langkah yang digunakan adalah :
ü  Menjelaskan materi pelajaran dengan media yang telah disediakan.
ü  Membagi siswa menjadi kelompok secara heterogen.
ü  Secara berkelompok, siswa mengajukan pertanyaan pada lembar soal.
ü  Menukarkan lembar soal pada kelompok lainnya.
ü  Menjawab soal pada lembar jawab.
ü  Mempresentasikan lembar soal dan lembar jawab di depan kelas.
Selanjutnya, Saminanto (Maulina, 2013: 20-21) menyatakan bahwa langkah-langkah model pembelajaran problem posing adalah :
1.      Guru menjelaskan materi pelajaran menggunakan alat peraga.
2.      Guru memberikan latihan soal.
3.      Siswa diminta mengajukan soal.
4.      Secara acak, guru meminta siswa untuk menyajikan soal temuannya di depan kelas.
5.      Guru memberi tugas rumah secara individu.
·         Karakteristik
1.      Process is open.(Prosesnya terbuka)
Maksud dari proses yang terbuka adalah masalah matematika berupa soal yang diberikan kepada siswa memiliki banyak cara penyelesaian yang benar.
Contoh: Sebuah tali dibagi menjadi 10 bagian, yang panjangnya masing- masing membentuk deret aritmatika. Apabila yang paling pendek panjangnya 5 cm dan yang paling panjang 40 cm. Hitunglah panjang tali sebelum dipotong.
2.      End products are open. (Hasil akhirnya terbuka)
Hasil akhir yang terbuka berarti masalah matematika berupa soal memiliki tipe jawaban soal yang banyak.
Contoh : Sebutkan beberapa bilangan yang habis dibagi 5 dari 100 bilangan asli pertama ?
3.      Ways to develop are open.(Cara pengembangan lanjutannya terbuka)
Artinya bahwa ketika siswa telah selesai menyelesaikan masalah, mereka dapat mengembangkan masalah yang baru dengan mengubah kondisi masalah yang ada di awal.
Contoh: 3 bilangan membentuk barisan aritmatika. Perbandingan bilangan pertama dengan jumlah bilangan yang lain adalah 5 : 4 .Jika setiap bilangan ditambah 1 maka terjadi 3 bilngan baru, dimana: 2log (bilangan ke-2) + 2log (bilangan ke-3). Hitunglah tiga bilangan tersebut !
·         Prinsip
Guru matematika dalam rangka mengembangkan model pembelajaran problem posing (pengajuan soal) dalam pembelajaran matematika, dapat menerapkan prinsip-prinsip das
ar berikut :
ü  Pengajuan soal harus berhubungan dengan apa yang dimunculkan dari aktivitas siswa di dalam kelas.
ü  Pengajuan soal harus berhubungan dengan proses pemecahan masalah siswa.
ü  Pengajuan soal dapat dihasilkan dari permasalahan yang ada dalam buku teks, dengan memodifikasikan dan membentuk ulang karakteristik bahasa dan tugas.

·         Problem Posing Dalam Pembelajaran Matematika
Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan, langkah-langkah penerapan pendekatan problem posing dalam pembelajaran matematika adalah sebagai berikut:
1.      Guru menyajikan informasi atau  situasi kepada siswa dengan menggunakan gambar, benda manipulatif, permainan, teorema atau konsep, alat peraga, soal, atau penyelesaian dari suatu soal.
2.      Siswa mencatat hal-hal yang telah diketahui dari situasi atau informasi yang telah diberikan.
3.      Siswa membuat pertanyaan atau soal dengan menggali konsep dari hal-hal yang telah diketahui.
4.      Siswa menganalisis pertanyaan atau soal  yang telah dibuat dan memprediksi solusi dari soal tersebut.
5.      Siswa mendiskusikan hasil pekerjaannya dengan siswa yang lain.

·         Kelebihan
1.      Siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan idenya.
2. Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matemati secara komperhensif.
3.      Siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah dapat merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri.
4.      Siswa secara intrinsik termotivasi untuk memberikan bukti atau penjelasan.
5. Siswa memiliki pengalaman banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan.
·         Kekurangan
1.  Membuat dan menyiapkan masalah matematika yang bermakna bagi siswa bukanlah pekerjaan mudah.
2.      Mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana maerespon permasalaha  yag diberikan.
3.      Siswa dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka.
4. Mungkin ada sebagian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar mereka tidak menyenangkan karena kesulitan yang mereka hadapi.

NAMA :  SITI MARFU'AH
NIM : 1431078
PRODI : MATEMATIKA 2014-C
KAMPUS : STKIP PGRI SIDOARJO
MATA KULIAH : INOVATIF 2
DOSEN PEMBIMBING : LESTARININGSIH, S.Pd., M.Pd.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar